Join MultiplyOpen a Free ShopSign InHelp
MultiplyLogo
SEARCH

Kelompok Studi Hortikultura Formica

Blog EntryNov 17, '06 1:16 AM
for everyone

 

Indonesia kaya akan keanekaragaman Hayati yang Dapat dimanfaatkan Dalam semua Aspek kehidupan manusia. Obat tradisional adalah salah satu bentuk nyata pemanfaatan sumber daya hayati tersebut. Salah satu tanaman yang biasa digunakan sebagai obat tradisional adalah tempuyung (Sonchus arvensis).

Tempuyung bisa kita temukan di banyak tempat, seperti pinggir kali / selokan, di sisi tembok bangunan dan tempat lain  di tanah dengan ketinggian di atas 500 m dari permukaan laut.Tempuyung biasanya tidak hidup bergerombol banyak, tetapi biasanya ada diantara tumbuhan liar jenis lain, karena tempuyung adalah tumbuhan liar.Dilihat dari taksonominya, tempuyung mempunyai urutan takson sbb:

Kingdom

:

Plantae

Divisio

:

Magnoliophyta

Classis

:

Magnoliopsida

Sub Classis

:

Asteriidae

Ordo

:

Asterales

Familia

:

Asteraceae

Genus

:

Sonchus

Species

:

Sonchus arvensis

 

Sebagai tanaman liar, tempuyung lebih banyak dibabad atau dibuang begitu saja seperti layaknya tanaman liar yang lain.Tetapi di balik itu semua ternyata tempuyung terbukti berkhasiat menyembuhkan beberapa penyakit diantaranya adalah penyakit asam urat Tempuyung mengandung banyak senyawa kimia, seperti golongan flavonoid (kaemferol, luteolin-7-O-glukosida Dan apigenin-7-O-glukosida), kumarin, taraksasterol serta asam fenolat bebas.

Kandungan flavonoid total dalam daun tempuyung 0,1044%, akar tanaman 0,5% dengan jenis yang terbesar adalah apigenin-7-O-glikosida (3,4,5). Sementara pustaka lain menyebutkan bahwa daun tempuyung mengandung senyawa kimia antara lain luteolin, flavon, flavonol dan auron. Di dalam tumbuhan, flavonoid ada dalam bentuk glikosida dan aglikon flavonoid.

Daun tempuyung di Indonesia digunakan sebagai obat untuk menghancurkan batu ginjal (Dr.Sardjito).. Kelarutan batu ginjal oleh tempuyung diduga melalui efek diuretiknya. Selain itu tempuyung juga digunakan sebagai obat memar akibat benturan dengan cara menempelkannya pada bagian yang bengkak, menghilangkan rasa lesu, dan rasa pegal-pegal ( Rusdeyti, 1985). Di Cina daun tempuyung digunakan sebaga obat dan Insektisida.

Beberapa senyawa flavonoida bersifat antioksidan yang dapat menghambat kerja enzim ksatin oksidase dan reaksi superoksida, sehingga pembentukan asam urat jadi terhambat atau berkurang. Berdasarkan mekanisme di atas, beberapa tumbuhan obat asli Indonesia (OAI) berdasarkan kandungan kimianya, mempunyai indikasi untuk mengatasi asam urat tersebut. Tumbuhan OAI itu mempunyai kandungan senyawa flavonoida yang cukup tinggi, aman digunakan serta mudah diperoleh untuk pencegahan pembentukan asam urat dalam tubuh.


Add a Comment
   
© 2012 Multiply · English · About · Blog · Terms · Privacy · Corporate · Advertise · API · Help · Sitemap

Template design Copyright © 2005 Remi Prevost Some rights reserved.